π Daftar Isi
Keistimewaan Kuliner Cihapit
Pasar Cihapit di Bandung bukan sekadar pasar tradisional biasa. Kawasan yang terletak di jantung Kota Bandung ini telah menjadi surga kuliner yang sudah legendaris selama puluhan tahun. Kawasan sekitar Pasar Cihapit menyimpan segudang tempat makan enak yang wajib disambangi oleh siapa pun yang berkunjung ke Bandung.
Dari batagor yang sudah terkenal sejak era 80-an, surabi dengan aneka topping, hingga es cendol yang menyegarkan di siang hariβsemua bisa ditemukan dalam radius kurang dari 500 meter dari pasar ini. Keistimewaan kawasan Cihapit adalah konsistensi rasa yang tetap terjaga dari generasi ke generasi, menjadikannya destinasi wajib bagi pecinta kuliner.
"Kalau ke Bandung belum mampir Cihapit, berarti belum sah. Itu sudah aturan tidak tertulis bagi foodies sejati." β Pecinta Kuliner Bandung
1. Batagor Riri
Batagor Riri
π₯ Batagor & SiomayBatagor legendaris sejak 1980-an. Saus kacang gurih pedas jadi andalan. Tahu dan bakso ikan tenggiri dibuat fresh setiap hari dengan bahan premium.
Batagor Riri adalah rajanya batagor di Bandung. Sudah berdiri sejak tahun 1985, tempat ini tetap ramai pengunjung hingga saat ini. Keunggulan Batagor Riri terletak pada saus kacangnya yang diracik dengan resep turun-temurunβgurih, sedikit manis, dan pedasnya pas. Bakso ikan tenggiri yang digunakan benar-benar terasa premium, tidak seperti batagor-batagor pada umumnya yang banyak menggunakan tepung.
Menu yang wajib dicoba meliputi Batagor Komplit (tahu, bakso, dan siomay), Siomay Ikan Tenggiri, dan Batagor Goreng Spesial. Untuk minuman, es jeruk segar menjadi pelengkap yang sempurna. Bagi yang ingin membawa pulang, Batagor Riri juga menyediakan paket frozen yang bisa digoreng di rumah.
2. Surabi Cihapit
Surabi Cihapit
π₯ SurabiSurabi tradisional Sunda dengan aneka topping. Dimasak di atas tungku arang untuk cita rasa autentik. Varian oncom, telur, keju, hingga coklat tersedia.
Surabi Cihapit sudah menjadi ikon kuliner kawasan ini. Berbeda dengan surabi biasa, Surabi Cihapit menyajikan surabi yang dimasak di atas tungku arang tradisional, menghasilkan tekstur luar yang sedikit gosong dan renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut. Proses ini tidak bisa dipraktikkan di dapur modern, sehingga harus datang langsung ke tempatnya untuk merasakan yang autentik.
Varian yang paling diminati adalah Surabi Oncom (topping oncom bakar yang harum), Surabi Telur Asin, Surabi Keju Susu, dan Surabi Coklat untuk yang suka manis. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 10.000 per buahβmenjadikannya jajanan yang cocok untuk semua kalangan.
3. Mie Kocok Skyline
Mie Kocok Skyline
π Mie KocokMie kocok dengan kuah kaldu sapi kaya rempah. Kikil dan tendon sapi empuk jadi pelengkap. Bumbu kacang dan kecap manis jadi kunci kelezatan.
Mie Kocok Skyline menyajikan mie kocok Bandung asli dengan kuah kaldu sapi yang dimasak selama berjam-jam. Kikil sapi yang digunakan sangat empuk, bukan yang keras dan alot. Setiap mangkuk dilengkapi dengan taoge segar, bawang goreng renyah, dan bumbu kacang khas yang membuat rasanya benar-benar khas Bandung.
Rahasia kelezatan mie kocok ini terletak pada kuah kaldunya yang menggunakan tulang sapi pilihan dan direbus minimal 6 jam. Hasilnya adalah kuah yang bening tapi kaya rasa, tidak berminyak, dan sangat harum.
4. Lotek Kalipah Apo
Lotek Kalipah Apo
π₯ LotekLotek khas Sunda dengan bumbu kacang diulek manual. Sayuran segar berlimpah: kangkung, kacang panjang, terong, dan kol. Rasa otentik.
Lotek Kalipah Apo adalah lotek terbaik di Bandung menurut banyak foodies. Perbedaannya dengan gado-gado terletak pada bumbu kacangnya yang lebih kental dan tidak terlalu manis, serta penggunaan petis yang memberikan aroma khas. Sayuran yang digunakan semuanya fresh dari pasar tradisionalβkangkung, kacang panjang, terong, kol, dan tahu goreng.
Yang membuat Lotek Kalipah Apo spesial adalah bumbu kacangnya yang masih diulek manual menggunakan cobek batu, bukan blender. Hasilnya tekstur bumbu lebih kasar dan aromanya lebih kuat dibandingkan lotek-lotek modern.
5. Seblak Jeletot Murni
Seblak Jeletot Murni
πΆοΈ SeblakSeblak dengan level pedas 1-10. Kuah kencurnya harum jadi ciri khas. Tersedia varian basah dan kering dengan topping lengkap.
Buat kamu penyuka pedas, Seblak Jeletot Murni wajib dicoba. Level pedas tersedia dari 1 hingga 10, dan level 5 saja sudah bisa membuat keringat bercucuran. Kuah kencurnya benar-benar terasa aromatik, berbeda dengan seblak-seblak kebanyakan yang cuma pedas tapi kurang aroma.
6. Es Cendol Elizabeth
Es Cendol Elizabeth
π§ Es CendolEs cendol legendaris dengan cendol kenyal, gula merah asli dari Sumedang, dan santan creamy. Penyelamat di siang hari terik.
Es Cendol Elizabeth sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap menjadi favorit. Cendolnya kenyal karena dibuat dari tepung beras berkualitas, gula merahnya menggunakan gula aren asli dari Sumedang (bukan sirup), dan santannya benar-benar terasa creamy karena menggunakan kelapa parut segar.
Tips Berkunjung ke Kawasan Cihapit
Agar pengalaman kuliner kamu di kawasan Cihapit maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
- Waktu terbaik: Datang di pagi hari (08.00-10.00) untuk menghindari antrian panjang, terutama di Batagor Riri dan Surabi Cihapit.
- Transportasi: Gunakan angkutan kota atau ride-hailing karena area parkir di sekitar Cihapit sangat terbatas, apalagi di akhir pekan.
- Perkiraan budget: Siapkan Rp 50.000 - Rp 100.000 per orang jika ingin mencicipi 3-4 tempat makan dalam satu kunjungan.
- Pembayaran: Sebagian besar tempat makan sudah menerima pembayaran digital (QRIS, GoPay, OVO), tapi tetap siapkan uang tunai untuk jaga-jaga.
- Oleh-oleh: Surabi dan pisang molen bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Minta dikemas khusus agar tahan perjalanan.
- Rute efisien: Mulai dari Batagor Riri di Jl. Burangrang, lalu jalan kaki ke Surabi Cihapit, kemudian lanjut ke arah Jl. Kalipah Apo untuk Lotek, dan seterusnya.
Kawasan Cihapit adalah bukti bahwa kuliner tradisional Bandung mampu bertahan dan bahkan berkembang di tengah maraknya restoran modern. Setiap gigitan menceritakan sejarah dan budaya Sunda yang kaya.
βοΈ Tulis Rating & Komentar