π Daftar Isi
Mengapa Bandung Selalu Jadi Tren Camilan
Bandung memang tidak pernah kehabisan ide soal kuliner. Setiap tahun, selalu muncul camilan baru yang langsung viral di media sosial dan menjadi buruan wisatawan. Menurut Fimela.com, setidaknya ada 5 camilan khas Bandung yang wajib dicobaβdan daftarnya terus bertambah seiring kreativitas para pelaku usaha kuliner di kota ini.
Tahun 2026 membawa gelombang baru dalam dunia camilan Bandung. Jika sebelumnya kita mengenal fenomena Odading Mang Oleh yang membuat seluruh Indonesia berbondong-bondong ke Bandung, kini muncul inovasi-inovasi lain yang tidak kalah menggugah selera. Dari seblak dengan level pedas yang semakin ekstrem, cireng rujak yang dikemas modern, hingga camilan tradisional seperti colenak dan misro yang kembali populer di kalangan Gen Z.
"Bandung itu seperti laboratorium kuliner. Setiap bulan pasti ada yang baru, dan yang unik itu pasti viral." β Food Blogger Bandung
Berikut adalah daftar lengkap camilan khas Bandung yang diprediksi bakal terus viral sepanjang tahun 2026, lengkap dengan lokasi, harga, dan alasan mengapa kamu harus mencobanya.
1. Odading Mang Oleh
Odading Mang Oleh
π§ Odading / Roti GorengOdading legendaris yang pernah bikin netizen heboh. Roti goreng bersarang dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Versi terbaru kini hadir dengan isian coklat dan keju.
Siapa yang lupa dengan fenomena Odading Mang Oleh? Video viral yang diunggah tahun 2020 lalu membuat odading ini mendadak menjadi sensation nasional. Namun berbeda dengan banyak makanan viral yang cepat redup, Odading Mang Oleh justru bertahan hingga 2026 dan bahkan berkembang dengan varian baru.
Rahasia odading ini terletak pada tekstur bersarangnya yang dihasilkan dari teknik pengadukan dan penggorengan khusus. Adonan yang sudah diistirahatkan semalaman menghasilkan roti goreng dengan rongga-rongga sempurnaβluar renyah seperti kerupuk, dalam lembut seperti roti. Menurut Fimela.com, odading ini termasuk jajanan viral yang wajib dicoba saat berkunjung ke Bandung.
Di tahun 2026, Mang Oleh sudah menyediakan varian Odading Coklat, Odading Keju, dan Odading Pandan selain versi originalnya. Harganya masih sangat terjangkau, mulai dari Rp 3.000 per buahβmenjadikannya salah satu camilan termurah dengan kualitas terbaik di Bandung.
2. Seblak Jeletot Murni
Seblak Jeletot Murni
πΆοΈ SeblakSeblak dengan level pedas 1-15 (naik dari sebelumnya maks 10). Kuah kencur aromatik jadi ciri khas. Varian terbaru: Seblak Mozarella dan Seblak Ceker Setan.
Seblak sudah menjadi bagian dari DNA kuliner Bandung, tapi Seblak Jeletot Murni membawanya ke level yang berbeda. Di tahun 2026, mereka menaikkan level pedas maksimal dari 10 menjadi 15βdan level 15 disebut "Ceker Setan" yang hanya boleh dipesan oleh yang sudah pernah menyelesaikan level 10. Ini semacam challenge yang viral di TikTok dan Instagram Reels.
Resep seblak basah khas Bandung dari Fimela.com mengonfirmasi bahwa kencur adalah bumbu wajib yang membedakan seblak Bandung asli. Seblak Jeletot Murni menggunakan kencur segar yang diulek manual, bukan kencur bubuk, sehingga aromanya benar-benar menguar kuat. Varian terbaru yang jadi best seller di 2026 adalah Seblak Mozarellaβperpaduan pedas gurih dengan keju leleh yang bikin ketagihan.
3. Cireng Rujak Bu Eti
Cireng Rujak Bu Eti
π₯ Cireng RujakCireng rujak dengan bumbu rujak khas yang pedas-manis-asam segar. Tepung tapioka premium menghasilkan cireng yang bening dan kenyal. Kemasan frozen tersedia untuk oleh-oleh.
Cireng (singkatan dari aci digoreng) memang sudah lazim di mana-mana, tapi Cireng Rujak Bu Eti berbeda. Perbedaannya terletak pada bumbu rujaknya yang diracik dari cabai rawit, gula merah, asam jawa, dan petisβbukan saus sambal biasa. Setiap gigitan memberikan sensasi pedas, manis, asam, dan gurih secara bersamaan.
Di tahun 2026, Bu Eti sudah membuka beberapa cabang di Bandung dan mulai menjual cireng rujak dalam kemasan frozen yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tekstur cirengnya memang istimewaβbening, kenyal, tidak berminyak berlebihan, dan tidak keras setelah dingin. Itulah yang membuat netizen terus memburu cireng ini dan menjadikannya viral di media sosial.
4. Colenak Bandung
Colenak Bandung
π Colenak / Tape BakarCamilan tradisional yang kembali viral di 2026. Tape singkong dibakar lalu disiram saus gula merah dan parutan kelapa. Versi premium dengan tape ketan hitam dan saus durian.
Colenak (singkatan dari colek enak) adalah camilan tradisional Sunda yang terbuat dari tape singkong yang dibakar kemudian disiram saus gula merah kental dan ditaburi parutan kelapa. Camilan ini sebenarnya sudah ada sejak era 1950-an, namun di tahun 2026 mengalami revival yang luar biasa berkat konten-konten food vlogger yang mengangkat kembali cerita di balik camilan ini.
Yang membuat colenak viral lagi di 2026 adalah hadirnya varian premium yang tidak ada sebelumnya. Colenak Durian (tape bakar dengan saus durian asli), Colenak Coklat (disiram saus coklat premium), dan Colenak Ketan Hitam (menggunakan tape ketan hitam yang lebih legit) menjadi menu best seller. Harganya masih sangat ramah di kantong, mulai Rp 10.000 per porsi.
5. Pisang Molen Kartika Sari
Pisang Molen Kartika Sari
π Pisang MolenOleh-oleh legendaris Bandung yang tetap viral. Kulit pastri renyah berlapis dengan isian pisang raja matang sempurna. Varian coklat, keju, dan durian tersedia.
Meskipun sudah ada sejak lama, Pisang Molen Kartika Sari tetap menjadi camilan viral di setiap musim liburan. Di tahun 2026, toko ini bahkan memecahkan rekor penjualan dengan lebih dari 10.000 box per hari saat peak season. Rahasia ketenarannya sederhana: kulit pastri yang berlapis-lapis renyah dengan isian pisang raja yang matang sempurnaβtidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek.
Varian yang paling laris di 2026 adalah Pisang Molen Coklat (dengan lelehan coklat premium di dalamnya) dan Pisang Molen Durian (menggunakan durian Medan asli). Varian original tetap menjadi favorit para purist yang menginginkan rasa klasik. Harganya mulai dari Rp 35.000 per box isi 10βsangat worth it untuk kualitas yang didapat.
6. Es Cendol Elizabeth
Es Cendol Elizabeth
π§ Es CendolEs cendol legendaris dengan cendol kenyal, gula merah asli dari Sumedang, dan santan creamy. Penyelamat di siang hari terik setelah jalan-jalan kuliner.
Es Cendol Elizabeth sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap menjadi favorit. Cendolnya kenyal karena dibuat dari tepung beras berkualitas, gula merahnya menggunakan gula aren asli dari Sumedang (bukan sirup), dan santannya benar-benar terasa creamy karena menggunakan kelapa parut segar. Di siang hari yang terik, semangkuk es cendol di sini bisa jadi penyelamat yang sempurna setelah jalan-jalan kuliner di sekitar kawasan Cihapit.
Di tahun 2026, Es Cendol Elizabeth viral kembali setelah beberapa food vlogger membandingkannya dengan es cendol modern yang harganya jauh lebih mahal. Hasilnya? Es Cendol Elizabeth tetap unggul dari segi rasa autentik dengan harga yang sangat terjangkau.
7. Misro Sangkuriang
Misro Sangkuriang
π MisroMisro (amis di jero) dari singkong parut berisi gula merah. Dibakar di atas arang kelapa menghasilkan kulit garing dan isian gula merah yang meleleh. Sederhana tapi bikin nagih.
Misro adalah singkatan dari amis di jero (manis di dalam)βcamilan sederhana dari singkong parut yang diisi gula merah lalu dibakar. Meskipun terlihat sederhana, Misro Sangkuriang berhasil menjadi viral di 2026 karena ketulusan rasanya. Tidak ada bahan pengawet, tidak ada pewarnaβhanya singkong, gula merah, dan api arang.
Yang membuat Misro Sangkuriang spesial adalah proses pembakarannya yang menggunakan arang kelapa, bukan arang kayu biasa. Arang kelapa menghasilkan panas yang lebih merata dan memberikan aroma khas yang tidak bisa ditiru. Saat digigit, kulit singkongnya garing renyah, sementara isian gula merah di dalamnya meleleh dan meledak manis di mulut. Harganya sangat murah, hanya Rp 3.000-8.000 per buah.
Tren Camilan Bandung di Tahun 2026
Melihat perkembangan camilan-camilan di atas, bisa disimpulkan beberapa tren besar yang mendominasi dunia camilan Bandung di tahun 2026:
- Revival camilan tradisional: Colenak, misro, dan es cendol membuktikan bahwa camilan jadul bisa kembali viral jika dikemas dan dipromosikan dengan cara yang tepat.
- Level pedas sebagai daya tarik: Seblak Jeletot dengan level 15 adalah contoh bagaimana "challenge" menjadi strategi pemasaran yang efektif di era media sosial.
- Varian premium dari camilan murah: Odading coklat, pisang molen durian, dan colenak durian menunjukkan bahwa masyarakat bersedia membayar lebih untuk varian unik dari camilan yang sudah dikenal.
- Kemasan frozen dan oleh-oleh: Hampir semua camilan viral kini menyediakan versi frozen yang bisa dibawa pulang, memperluas jangkauan pasar di luar Bandung.
- Food vlogger sebagai katalis: Satu konten viral dari food vlogger besar bisa mengubah nasib sebuah camilan tradisional dalam semalam.
Bandung bukan hanya soal makanan enakβtapi soal cerita di balik setiap gigitan. Dan camilan-camilan ini adalah buktinya. π§‘
βοΈ Tulis Rating & Komentar